Empowerment
Pelatihan Kader Lingkungan

Pelatihan Kader Lingkungan

Kerusakan lingkungan hari demi hari terus menunjukkan peningkatan. Meski tidak ada angka pasti yang dapat mengukur kerusakan lingkungan secara keseluruhan, namun statistik dan indikator yang mencerminkan kerusakan lingkungan dapat dilihat dari: angka deforestasi yang tinggi, terutama sebagai akibat dari pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pertanian, dan aktivitas illegal logging, kebakaran hutan dan lahan yang sering kali disebabkan oleh praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, pencemaran sungai dan laut oleh limbah domestik dan industri, penggundulan lahan untuk proyek-proyek infrastruktur dan pengembangan kota, pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah, kehilangan keanekaragaman hayati akibat hilangnya habitat alam dan perburuan ilegal, krisis air bersih dan lain sebagainya.

Peningkatan kerusakan lingkungan hidup ini diantaranya disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara baik dan kurangnya kesadaran dalam menjaga lingkungan. Selain itu, berlangsungnya kerusakan lingkungan hidup juga didukung oleh lemahnya pengawasan dan penegakan hukum oleh pihak berwenang. Banyak pelanggaran terkait perlindungan lingkungan hidup yang dilakukan baik oleh masyarakat maupun perusahaan tidak ditindak tegas. Sehingga aktivitas-aktivitas yang menyebabkan kerusakan lingkungan berjalan langgeng.

Pada sisi lain, masyarakat yang peduli dengan kerusakan lingkungan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk dijadikan bekal dalam menyuarakan perlindungan lingkungan. Selain kurangnya pengetahuan, secara kuantitas, jumlah masyarakat yang peduli terhadap kerusakan lingkungan juga sangat minim. Sehingga upaya perlindungan lingkungan sulit dilakukan.

Berkaca dari fakta tersebut, banyak hal yang perlu dilakukan sebagai upaya untuk menghambat kerusakan lingkungan. Upaya-upaya tersebut seperti Pendidikan lingkungan, penyebaran pengetahuan, peningkatan kesadaran masyarakat, partisipasi aktif, penggalakan dukungan publik, pengembangan solusi, dan keterlibatan pemuda dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, Training Kader Lingkungan dipandang sebagai salah satu langkah untuk mengakomodir beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai upaya menghambat kerusakan lingkungan sebagaimana diuraikan di atas.

Kader lingkungan dilatih secara komprehensif untuk memahami isu-isu lingkungan dan dampak dari berbagai aktivitas manusia terhadap lingkungan baik secara ilmu pengetahuan maupun hukum. Kader Lingkungan yang telah dilatih secara komprehensif akan akan mengambil peran dalam penyebaran pengetahuan, peningkatan kesadaran masyarakat, menggalang dukungan publik dan berpartisipasi dalam pemantauan dan pelaporan aktivitas yang merusak lingkungan, sehingga kader-kader ini menjadi agen perubahan di masyarakat yang dapat menggerakkan dan mengubah masyarakat untuk berperilaku lebih ramah lingkungan.

Tags :